Resahkan Warga, Kapolri Perintahkan Tangkap Preman Debt Colector

Ilustrasi
Lensanews.id (Jakarta) – Saat ini keberadaan para Preman dan Debt Colector sangat meresahkan, juga mengusik ketenangan di tengah masyarakat yang tengah mengkredit kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Dalam situasi menjelang Pilpres dan Pilgub, Kapolri Republik Indonesia Jenderal. Pol. Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D.perintahkan agar melakukan penangkapan terhadap para preman dan preman berkedok Debt Colector di jalanan yang selalu melakukan aksinya dengan cara mengambil paksa unit roda dua dan roda empat ketika bermasalah dengan pembayarannya.
“Apapun alasannya, kalau meresahkan masyarakat wajib di tindaklanjuti polisi, itu bagian dari terror pada masyarakat, kami ingin indonesia tenang, kondusif, aman menjelang Pilgub dan Pilpres 2019 ini. Kita rangkul masyarakat, karena rakyat bagian dari kami,” Ujarnya.
Sebab, lanjut Kapolri, telah di atur oleh Fidunsia dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 danPeraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011.
Sementara perilaku Bank finance (Jasa membayarkan Kreaditur) yang menggunakan jasa preman berkedok Debt Colector untuk mengambil motor atau mobil juga tidak di benarkan menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2011 serta tindakan itu melawan hukum.
Unit mobil dan motor konsumen wajib di daftarkan ke fidunsia. Menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun  2011, dan satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah juru sita pengadilan dan didampingi oleh pihak kepolisian, bukan preman berkedok Debt Clector.
Sedangkan pihak leasing harus tunduk kepada hukum Indonesia. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK010/2012 tentang semua perbankan.
Unit motor dan mobil harus mengikuti pendaftaran Fidunsia yang mewajibkan leasing mendaftarkan jaminan fidunsia paling lambat 30 hari sejak perjajnian kredit di tandatangani, leasing yang tidak mendaftarkan jaminan tersebut terancam di bekukan usahanya.
Fidunsia umumnya di masukan dalam perjanjian kredit kendaraan, sebagai dibitur membayar biaya jaminan fidunsia tersebut, tujuannya adalah kendaraaan yang di kredit bebas dari penarikan Debt colector.
Terpisah, Hotman Paris Hutapea juga berpesan kepada Polri agar menangkap preman dan preman berkedok Debt Colector, karena mereka menjadi terror dan meresahkan masyarakat.
“Polri segera tangkap semua preman dan Debt Clolector di jalanan dan menindak tegas pengambil unit ang berda di leasing, karena mereka sudah mengancam dan meneror bahkan resahkan masyarakat,” Katanya. (net/red)