Pasca Tewasnya Anak Yatim Berusia 12 Tahun, Warga Karawang Khawatir Dan Tidak Ijinkan Berenang di Waterpark De’Keraton Bay

Lensanews.id (Karawang) - Pasca terjadinya insident yang mengakibatkan tewasnya seorang anak yatim berusia 12 tahun karena kelalaian dari pihak pengelola Waterpark De’Keraton Bay yang berlokasi di Jl. Telagasari, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, membuat warga sekitar dan umumnya masyarakat karawang merasa khawatir untuk mengijinkan anaknya berenang walaupun di tempat yang berbeda.

Minimnya safety (keselamatan) dan perhatian serta kurangnya controling dari pihak pengelola menjadi salah satu penyebab dari tewasnya korban di Waterpark De’Keraton Bay. Meski masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib, kasus tersebut tentu membuat masyarakat takut dan khawatir kejadian tersebut terulang kembali.
Salah seorang warga karawang yang namanya tidak mau di publikasikan mengatakan, dirinya merasa kahawatir dengan anaknya yang suka berenang di Waterpark De’Keraton, hampir setiap seminggu sekali anaknya berenang ditempat itu, tapi sejak terjadinya ada anak yang meninggal  akibat tersedot penghisap air, dirinya sudah tidak mengijinkan anaknya untuk berenang di Waterpark De’Keraton Bay dan yang lainnya karena masih takut dan khawatir kejadian tersebut terulang lagi.
“Sebelum kejadian tersebut anak saya biasanya sering renang seminggu sekali, setiap hari  sabtu, karna anak saya cukup aktif di renang. Namun sejak kejadian tersebut sampai sekarang tidak mau lagi berenang mungkin karna masih takut dan juga saya tidak mengijinkanya lagi karna merasa sangat khawatir,” ujarnya kepada Lensanews.id, Kamis (28/02/2019).

Sebagai warga karawang, dirinya berharap ke pihak pengelola Waterpark De,Keraton juga kepada pengelola kolam renang yang lainnya, untuk memperhatikan dari segi keselamatan, keamanan (Safety), pengawasan dan controling di area, di mana para pengunjung sedang berenang atupun bermain di sekitar lokasi.
“Kami sebagai Warga sangat berharap adanya pengawasan yang selalu siap membantu dan memperhatikan para pengunjung dari pihak pengelola sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan di kolam renang manapun,” Pungkasnya.(Gie)