Kepala Desa Duren Tidak Terima Ada Warganya Yang Meninggal Di Waterboom De Keraton



Kepala Desa Duren  H. Abdul Halim
Lensanews (Karawang) – Sejak terjadinya Insiden meninggalnya seorang anak berumur 12 tahun warga Desa Duren,Kecamatan Klari , Kabupaten Karawang, beberapa hari yang lalu karena tersedot oleh lubang pipa penghisap air berukuran 12 inch, di Waterboom atau Waterpark De’Keraton yang berlokasi di Jl. Telagasari, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, kabupaten Karawang, Kepala Desa Duren H. Abdul Halim angkat bicara.
Dirinya mengatakan bahwa, karena kelalaian pihak pengelola Waterboom De’Keraton yang menyebabkan ada warganya yang meninggal, si pengelola harus ada permohonanan maaf melalui media atau datang secara langsung, dan jangan sampai pihaknya yang akan mengadukan kejadian tersebut ke ranah hukum karena kelalaian dari si pengelola.
“Apakah pihak Pengelola (Management) mau begitu saja dengan kelalaian dia (pengelola), dengan dia kekurangan safety dengan begitu saja terhadap warga kami, artinya harus ada dari pihak Management, yang pertama menyampaikan permohonan maaf, yang kedua permintaaan maaf baik melalui lewat Media-Media maupun secara datang langsung, sehingga kami dalam hal ini, jangan sampai kami akan memperkarakan persoalan ini melalui jalur hukum, kalau memang safetynya ini, kelalaiannya ini yang kita perhatikan, KELALAIAN, mengakibatkan warga kami meninggal dunia, dan di lokasi tersebut, sedangkan yang namanya dalam kejadian lalu lintas saja akibat kelalaian ada hukumannya ada ancaman, masa ini nggak, makanya kami tidak berpikir dulu kesana, tetapi karena kami berpikir karena pihak keluarga dalam keadaan berduka,” Ujarnya, saat ditemui Lensanews.id di ruangan tempat dirinya bekerja, Rabu (13/02/2019).
Dirinya mengharapkan, dengan kejadian adanya korban meninggal korban, si pengelola harus di proses, baik secara hukum acara maupun berdasarkan musyawarah, agar menjadi efek jera kepada pengelola-pengelola tempat wisata yang ada karena kelalaiannya.
“Agar terjadinya efek jera dari pengelola pengelola tempat wisata yang ada itu dproses, di proses itu baik secara hukum acara maupun di proses berdasarkan musyawarah, kalau memang tidak mau di proses secara musyawarah ya diproses secara hukum, karena jelas itu akibat kelalaian,” Ungkapnya.
Dan dirinyapun sangat tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh pihak Management De,Keraton, yang saat itu meminta musyawarah kepada pihak keluarga korban ketika sedang berduka, dan tidak memberi kesempatan kepada pihak aparat setempat, agar situasinya tenang terlebih dahulu.
“Yang saya tidak terima itu, ya begitu kejadian kok dengan serta merta pihak pengelola De’Keraton itu datang mau minta musyawarah, ya jangan gitu dulu dong, beri kesempatan kepada kami, kepada keluarga korban, untuk melakukan proses pemakaman, memberikan dulu ketenangan, sehingga benar-benar pihak keluarga itu menerima bahwa ini benar-benar musibah (Inna Lillaahi Wa Inna Liillaahi Roji’un),” Terangnya.
Dalam penberitaan sebelumnya, saat berjalan dikolam renang Waterboom De’Keraton korban bernama Ramdan Fauzi (12) warga Perum Puri, Desa Duren Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, meninggal pada hari Sabtu (09/02/2019), akibat tersedot lubang pipa penghisap air berukuran 12 Inch yang di gunakan untuk sirkulasi, dan pembuangan air ketika terjadi pengurasan.(Din)