Kepala Desa Duren Meragukan Perijinan Waterboom De Keraton


Kepala Desa Duren, H. Abdul Halim
Lensanews.id (Karawang) – Dengan adanya korban meninggal seorang anak berusia 12 tahun, Sabtu (09/02/2019) di Waterboom De’Keraton Bay, berlokasi di Jln. Telagasari, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, menjadi keraguaan terkait perijinan tempat Wisata kolam renang tersebut, seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Duren H. Abdul Halim saat di jumpai Lensanews.id diruangan kerjanya, Rabu (13/02/2019).
Dirinya tidak mau berdebat dalam hal musibah yang di alami oleh warganya, namun pihaknya tidak bisa diam dan menerima begitu saja dengan kejadian ini, dikarenakan kelalaian safety yang kurang maksimal dari pengelola Waterboom De’Keraton, sehingga menyebabkan warganya meninggal dunia, dan meragukan atas perijinan Waterboom De’Keraton Bay.
“Bahwa korban yang bernama Ramdan itu tersedot alat blower, karena kelalaian dari pengelola, saya tidak mau berpolemik, artinya kalau memang itu musibah, kami bisa terima, tetapi ini benar nggak, Waterboom De’ Keraton ini,  yang pertama itu tentang perizinan water boom tersebut, itu sesuai dengan prosedur atau tidak,” Ungkapnya.
Selain perijinan yang masih diragukan, dirinya mempertanyakan kejelasan status karcis yang di gunakan sebagai  tanda masuk ke Waterboom De’Keraton, apakah karcis tersebut di ketahui oleh  Pemerintah Daerah (Pemda) yang menjadi PAD di bidang Pariwisata, dan kalau memang benar, seharusnya ada asuransi bagi para pengunjung, karena pada hari-hari biasa nominalnya sangat besar untuk masuk ke Waterboom tersebut, dan disaat terjadinya musibah harga karcis sedang promo.

“Terus sekarang dengan tanda masuk (karcis), apakah karcis itu dikeluarkan oleh Waterboom itu sendiri atau atas saran dari Pemerintah Daerah (Pemda), sehingga menjadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di bidang Pariwisata, kalau memang itu, ternyata misalkan dia memang menarik, artinya biaya masuk setiap karcis itu pasti terdaftar, bahwa pengunjung di Waterboom tersebut adalah dilindungi oleh asuransi, apalagi ini nominalnya cukup besar, karena sedang terjadi promo, kalau hari hari biasa itu menurut informasi yang saya dengar  di angka 25 sampai 40 ribu, kemarin itu karena sedang promo ditarik sekitar 15 ribu, 15 ribu itu harus jelas, harus dilindungi oleh asuransi, itu adalah hak-hak korban yang harus di dapatkan melalui berkunjung ke lokasi tersebut,” Sambungnya.
Dan dirinya mempertegas, yang selama ini menjadi pertanyaan dari taman wisata Waterboom De’Keraton apakah perijinannya Legal atau Ilegal, dan pihak pengelola sangat berani jika seandainya ijin tersebut belum selesai.
“Jadi yang saya pertanyakan itu, apakah ijin daripada keberadaan waterboom De’Keraton tersebut Legal atau Ilegal, itu yang akan saya pertanyakan ke pemerintah daerah, kalau seandainya tidak ada ijin, ijinnya dallam tahap penyelesaian, terlalu berani dong, sudah mengambil tiket, tanda masuk,” Jelasnya.(Din)