Belum Adanya Kejelasan Hukum Atas Tragedi Tewasnya Anak Yatim di Waterpark De’Keraton Bay

Ilustrasi
Lensanews.id (Karawang) – Meninggalnya seorang anak yatim berusia 12 tahun akibat tersedot oleh lubang pipa pembuangan atau sirkulasi air, di area kolam renang Waterpark De’Keraton Bay, pada hari Sabtu (09/02/2019), hingga sekarang proses penyelidikannya belum ada kejelasan dari pihak Polsek Klari.
Kapolsek Klari Komisaris Polisi (Kompol) H. Relisman Nasution, SH, MH, hanya memberikan komentar sedikit dan kurang dipahami, saat dihubungi melalui whatapp-nya, terkait insiden di Waterpark (Waterboom) De’Keraton Bay.
“Oh belum pak,” Katanya, saat dihubungi Lensanews.id melalui Whatapp, Kamis (21/02/2019) sekitar pukul 10:10 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Klari belum memberikan jawaban atau komentar apapun terkait proses penyelidikan terhadap pihak Waterpark De’Keraton akibat dari kelalaian yang menyebabkan melayangnya nyawa seorang anak yatim berumur 12 tahun karena tersedot oleh lubang pipa penghisap air.
Sementara itu, dalam jumpa pers yang di lakukan oleh pihak Waterpark De’Keraton Bay beberapa hari yang lalu, Selasa (11/02/2019) pukul 16.45 WIB, Humas Waterpak De’Keraton Bay Tata Warta Sasmita mengatakan bahwa dirinya selaku humas tidak mengetahui secara rinci terkait kekuatan daya hisap (Bar) blower atau pipa pembuangan ( Sirkulasi air ) yang digunakan untuk menghisap air, dan Tim tehnik dari pihak Waterpark De’Keraton sedang menjalani pemeriksaan di kantor Polsek Klari.
“Secara tehnik untuk barnya, kekuatan daya hisapnya itu kami tidak bisa menjelaskannya secara rinci, secara jauh, karena dalam penyelidikan laboratorium alat forensik dan juga itu kewenangan dari tim tehnik yang pada saat ini kebetulan sedang melaksanakan pemeriksaan di Polsek Klari,” Terangnya.(Din)