Kades Margasari Minta Galian Irigasi di Perumahan CKM Segera di Selesaikan

Galian Irigasi Yang Tewaskan Kedua Korban
KARAWANG - Pasca tewasnya dua bocah sekolah dasar di galian irigasi di perumahan citra kebun mas (CKM) beberapa waktu lalu, Pihak pengembang sudah mendatangi rumah kedua korban di Dusun Tamelang Timur, Desa Margasari. 

Cecep Sunandar, Kepala Desa (Kades) Margasari, Kecamatan Karawang Timur mengatakan, pihaknya sudah lakukan kordinasi dengan pihak pengembang perumahan Citra Kebun Mas (CKM).

“kami sudah melakukan kordinasi dengan mereka (Pengembang), dan pihak pengembang juga memberikan uang santunan kepada korban, sebanyak dua juta rupiah untuk masing masing korban"

Lanjut Kades, harusnya dari awal pengembang melakukan himbauan dilokasi galian tersebut. Dan selain itu dirinya meminta untuk segera mungkin pengembang menyelesaikan galian tersebut, supaya tidak adanya korban kembali baik dari warga perumahan atau dari warga margasari.

“Saya meminta untuk segera melakukan percepatan, jangan sampai jatuh korban kembali.” Tutup kades margamulya

Perwakilan pengembang CKM, Dadang, yang diketahui pimpinan proyek galian tersebut mengatakan,  pihaknya sudah melakukan kunjungan terhadap korban untuk melakukan musyawarah dan memberikan santunan.

Ketika ditanya seberapa besar santunan tersebut , dirinya mengaku tidak tahu seberapa besarnya karena sudah di dalam amplop. Pihak pengembang juga mengaku sudah melakukan pemasangan plang di lokasi, namun, plang tersebut di copot oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Ada yang ngelepas himbauan itu, memang benar bahwa himbauan tersebut bukan pada titik kejadian kemaren, tetapi pada titik galian sampingnya.” katanya

Sementara itu, Kapolsek Majalaya, AKP Suhendar Enday SH, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan sudah menemui keluarga dan orang tua korban serta sudah melaporkan ke polres karawang.

“kami lakukan jemput bola, walaupun tidak ada laporan dari warga. Kami kelokasi untuk lakukan pemeriksaan, melakukan pemotretan serta datangi keluarga, apakah mau diotopsi, namun pihak orang tua korban tidak mau, karena menerutunya ini kelalaian kami.” Ujar kapolsek Majalaya menirukan ucapan orang tua korban. (Man)