600 Tenaga Pengajar Akan di Sebar Ke Sekolah di Purwakarta

PURWAKARTA - Markas Besar (Mabes) TNI merespon secara positif Sekolah Ideologi Kebangsaan di Purwakarta. Sekolah yang semula bernama Sekolah Ideologi ini dipastikan mengikutsertakan personel TNI untuk mengajar di seluruh sekolah di Kabupaten Purwakarta.

Hari ini Rabu (14/12) pihak Mabes TNI mengutus staff teritorial Kolonel (Inf) M Hasan Aster untuk bertemu dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam rangka memastikan blue print metode pengajaran ideologi kebangsaan yang mulai diterapkan bulan Januari Tahun 2017 itu.

“Kita mendengar bahwa Purwakarta ini banyak mengajarkan ideologi kebangsaan di sekolah-sekolah. Bahkan namanya juga khusus yakni Sekolah Ideologi Kebangsaan. Kita respon secara positif, saya diutus kesini oleh Mabes untuk mengetahui gagasan Bupati Purwakarta tentang Kebangsaan,” kata Hasan di rumah dinas Bupati Purwakarta Jl Gandanegara No 25.

Hasan pun menuturkan bahwa Purwakarta menjadi satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang concern mengajarkan ajaran kebangsaan di sekolah-sekolah. Ia menyebut Purwakarta layak menjadi pilot project untuk program sejenis  di daerah lain.

“Kami merespon secara langsung karena Purwakarta menjadi satu-satunya daerah yang berani secara khusus menyediakan instrumen pengajaran ideologi kebangsaan. Ini baru pertama kali di Indonesia, saya kira daerah lain harus mengikuti, Purwakarta layak jadi Pilot Project,” katanya menambahkan.

Dalam rangka implementasi dukungan terhadap Sekolah Ideologi Kebangsaan di Purwakarta, pihak Mabes TNI bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia dan Korps PNS serta Ulama yang memiliki wawasan kebangsaan yang luas segera berkoordinasi untuk menyediakan 600 tenaga pengajar yang akan disebar ke seluruh sekolah di Kabupaten Purwakarta.(Hms/Bim)