Anggota HMI ini Akui Pukul Polisi

JAKARTA -Polda Metro Jaya menangkap lima anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terkait aksi unjuk rasa yang berujuh ricuh pada Jumat (4/11/2016).

Dari lima orang tersebut, salah satunya adalah Ismail Ibrahim, pendemo yang tertangkap kamera tengah menyerang polisi saat aksi unjuk rasa pada 4 November 2016.

Kepada penyidik, Ismail mengakui telah memukul anggota polisi saat demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta.

"Yang bersangkutan mengakui bahwa telah melakukan pemukulan terhadap anggota Polri yang sedang berdinas dengan menggunakan bambu," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan kepada Kompas.com, Senin (7/11/2016).

Hendy menjelaskan, saat ini, Ismail sedang diperiksa secara intensif di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penyidik tengah mengonstruksikan Pasal 214 KUHP tentang Tindak Pidana Melawan Aparatur Negara dengan ancaman 12 tahun penjara terhadap Ismail.

Kanit V Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Budi Towoliu, menambahkan, Ismail ditangkap di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. Ia ditangkap saat sedang bersantai di rumah anggota DPD RI, Basri Salamah.

"Yang bersangkutan sedang menonton TV. Dan kemudian saat ditangkap, diamankan juga sejumlah barang bukti," ucap dia.

Adapun barang bukti yang disita dari Ibrahim yakni kemeja berwarna hijau kombinasi abu-abu, bendera HMI, topi berwarna hitam, tas berwarna abu-abu kehijauan, sepatu berwarna cokelat.

"Yang bersangkutan dan barang bukti dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," kata Budi.

Selain Ismail, polisi mengamankan Sekjen HMI, Amy Jaya Halim, dan tiga anggota HMI lainnya, yakni RR, MRD, serta RM.

Dalam demonstrasi Jumat lalu, sempat terjadi aksi saling dorong disertai pelemparan kepada anggota kepolisian yang mengawal aksi penyampaian pendapat tersebut.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata kepada para demonstran. Dalam kericuhan yang terjadi, satu orang warga meninggal dunia karena mengalami asma.

Tercatat, 21 kendaraan, baik milik TNI-Polri maupun umum, dirusak. Tiga di antaranya dibakar di tengah aksi unjuk rasa.(Kom)