Orangtua Syok Anak Semata Wayang Tewas Terseret Banjir

PADANG - Dion (31) dan Sesria (30) hanya bisa menatap nanar ke jasad buah cinta mereka, R (2) yang tewas terbawa arus banjir di sekitar tempat tinggalnya, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.
Kejadian ini tentu sangat memukul mereka, lantaran kehilangan anak satu-satunya. Bahkan, keduanya masih trauma atas kejadian yang terjadi di rumah panggung berlantai dan dinding kayu.
"Kejadian ini pada pukul 10.00 WIB pagi tadi pada saat banjir dan hujan lebat datang, saat itu ibu korban sedang sibuk di dapur menyelamatkan barang ke tempat yang lebih tinggi," ungkap paman korban, Sepfi Triyanto (39), Jumat (14/10/2016).
Ketika ibu korban ingin kembali ke kamar tempat anaknya bermain, ternyata sang buah hati sudah tak ada. Sesria pun sibuk mencari di ruangan lain namun lagi-lagi tidak membuahkan hasil.
"Akhirnya dia meminta bantuan sama warga lain untuk mencari anaknya. Satu jam pencarian dilakukan warga akhirnya bayi mungil ditemukan sekitar 30 meter dari rumah korban tersangkut dekat batang anak pinang," tuturnya.
Sepfi menduga korban ini jatuh dari jendela rumah sebab jarak jendela dengan tempat tidur hanya sekira 30 sentimeter. Ditambah lagi korban yang masih berusia 1,5 tahun ini baru bisa berjalan.
"Kita menduga korban memanjat jendela kemudian terjatuh ke bawah kemudian langsung terbawa banjir," ungkap dia.
Bayi mungil itu sempat dibawah ke Rumah Sakit Siti Rahma, namun sesampai di IGD dokter yang memeriksa korban menyatakan sudah meninggal dunia. "Rencananya hari ini korban dikuburkan di Padang Sarai," ujar dia.
Sementara Kepala  IGD RS Rumah Sakit Siti Rahma, dr Zeno Yanwar, menjelaskan bahwa para dokter telah memberikan pertolongan namun pompa jantung korban tidak merespon selama 35 menit